Main Menu
Home
berita
Blog
Search
Al-ikhwan
Forum Mosa
Blog Ikhwan
Administrator
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
Flash Dynamic Calendar
Ezan saati
WmTShoutBox
 
 
   
Latest News
 
Popular
Ikan Purba
Written by ikhwan   
Saturday, 02 May 2009

Coelacanth (artinya “duri yang berongga”, dari perkataan Yunani coelia, “κοιλιά” (berongga) dan acanthos, “άκανθος” (duri), merujuk pada duri siripnya yang berongga) IPA: [ˈsiːləˌkænθ] adalah nama ordo (bangsa) ikan yang antara lain terdiri dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang.

Coelacanth diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun yang lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di timur Afrika Selatan, di perairan sungai Chalumna tahun 1938.

Sejak itu Coelacanth telah ditemukan di Komoro, perairan pulau Manado Tua di Sulawesi, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan taman laut St. Lucia di Afrika Selatan. Di Indonesia, khususnya di sekitar Manado, Sulawesi Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut.

Coelacanth terdiri dari sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan penemuan fosil.
Fosil hidup

Sampai saat ini, telah ada 2 spesies hidup Coelacanth yang ditemukan yaitu Coelacanth Komoro, Latimeria chalumnae dan Coelacanth Sulawesi, Latimeria menadoensis.

Hingga tahun 1938, ikan yang berkerabat dekat dengan ikan paru-paru ini dianggap telah punah semenjak akhir Masa Kretaseus, sekitar 65 juta tahun yang silam. Sampai ketika seekor coelacanth hidup tertangkap oleh jaring hiu di muka kuala Sungai Chalumna, Afrika Selatan pada bulan Desember tahun tersebut.

Kapten kapal pukat yang tertarik melihat ikan aneh tersebut, mengirimkannya ke museum di kota East London, yang ketika itu dipimpin oleh Nn. Marjorie Courtney-Latimer.

Seorang iktiologis (ahli ikan) setempat, Dr. J.L.B. Smith kemudian mendeskripsi ikan tersebut dan menerbitkan artikelnya di jurnal Nature pada tahun 1939. Ia memberi nama Latimeria chalumnae kepada ikan jenis baru tersebut, untuk mengenang sang kurator museum dan lokasi penemuan ikan itu.

Coelacanth pertama yang ditemukan di Afrika Selatan, di hadapan Nn. Courtenay-Latimer, kurator museum East London.

Pencarian lokasi tempat tinggal ikan purba itu selama belasan tahun berikutnya kemudian mendapatkan perairan Kepulauan Komoro di Samudera Hindia sebelah barat sebagai habitatnya, di mana beberapa ratus individu diperkirakan hidup pada kedalaman laut lebih dari 150 m.

Di luar kepulauan itu, sampai tahun 1990an beberapa individu juga tertangkap di perairan Mozambique, Madagaskar, dan juga Afrika Selatan. Namun semuanya masih dianggap sebagai bagian dari populasi yang kurang lebih sama.

Pada tahun 1998, enampuluh tahun setelah ditemukannya fosil hidup coelacanth Komoro, seekor ikan raja laut tertangkap jaring nelayan di perairan Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara.

Ikan ini sudah dikenal lama oleh para nelayan setempat, namun belum diketahui keberadaannya di sana oleh dunia ilmu pengetahuan. Ikan raja laut secara fisik mirip coelacanth Komoro, dengan perbedaan pada warnanya. Yakni raja laut berwarna coklat, sementara coelacanth Komoro berwarna biru baja.

Ikan raja laut tersebut kemudian dikirimkan kepada seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Erdmann, yang kemudian bersama dua koleganya, R.L. Caldwell dan Moh. Kasim Moosa dari LIPI, menerbitkan temuannya di Nature, 1998.

Maka kini orang mengetahui bahwa ada populasi coelacanth yang kedua, yang terpisah menyeberangi Samudera Hindia dan pulau-pulau di Indonesia barat sejauh kurang-lebih 10.000 km. Belakangan, berdasarkan analisis DNA-mitokondria dan isolasi populasi, beberapa peneliti Indonesia dan Prancis mengusulkan ikan raja laut sebagai spesies baru Latimeria menadoensis.

Dua tahun kemudian ditemukan pula sekelompok coelacanth yang hidup di perairan Kawasan Lindung Laut (Marine Protected Areas) St. Lucia di Afrika Selatan.

Orang kemudian menyadari bahwa kemungkinan masih terdapat populasi-populasi coelacanth yang lain di dunia, termasuk pula di bagian lain Nusantara, mengingat bahwa ikan ini hidup terisolir di kedalaman laut, terutama di sekitar pulau-pulau vulkanik. Hingga saat ini status taksonomi coelacanth yang baru ini masih diperdebatkan.

Pada bulan Mei 2007, seorang nelayan Indonesia menangkap seekor coelacanth di lepas pantai Provinsi Sulawesi Utara. Ikan ini memiliki ukuran sepanjang 131 centimeter dengan berat 51 kg ketika ditangkap.
 
hidup bersama Rasulullah
Written by Administrator   
Friday, 10 April 2009
Jika kita mengenal Rasulullah SAW, lalu mengamalkan secara sungguh-sungguh apa yang telah beliau contohkan, maka akan lahir kerinduan untuk berjumpa dengannya. Inilah pertanda cinta yang akan mengantarkan kita menjadi ahli syurga.

Saudaraku yang budiman, sungguh, setiap orang merindukan hidup penuh kebahagiaan, kemuliaan, kehormatan, serta sukses dunia akhirat. Namun sayang, kenyataannya seringkali tidak sesuai dengan harapan. Padahal hidup kita di dunia hanya sekali dan belum tentu lama.

Karena itu, kita harus segera menemukan kunci yang dapat membuka pintu karunia yang diidamkan tersebut. Kunci itu adalah pribadi Rasulullah SAW; qudwah hasanah atau contoh terbaik dalam kehidupan. Allah berfirman dalam QS Al-Ahzab ayat 21: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasul itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."

Dari sini, jika kita bersungguh-sungguh mengenal dan meneladani setiap gerak laku Rasulullah SAW, insya Allah, kita akan mendapat keuntungan yang dapat segera dirasakan manfaatnya.

Apa saja yang akan kita peroleh dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW? Ada enam keuntungan. Pertama, hidup akan terasa lebih mudah dan indah. Meniru akan jauh lebih mudah daripada menciptakan. Dan, meniru kebaikan bukanlah hal tercela, bahkan akan bernilai ibadah. Apalagi meniru Rasulullah SAW! Dengan meniru beliau, hidup menjadi lebih mudah karena segala sesuatunya telah dicontohkannya.

Ada sebuah ilustrasi. Kita akan lebih menikmati berjalan di rimba belantara bila kita disertai pemandu yang sudah sangat paham, berpengalaman, dan menguasai medan. Begitu juga perumpamaan orang yang selalu mencontoh Rasul yang mulia. Ia akan bisa menikmati beragam episode hidup, betapa pun sulitnya, karena telah ada pembimbing dan teladan terbaik yang menguasai medan kehidupan.

Kedua, hidup menjadi lebih mulia dan terhormat. Dengan meneladani Rasulullah SAW, orang akan merasakan dampak dari kesabaran, kerendahan hati, keikhlasan, kedermawanan, dan kemuliaan akhlak diri. Karena standar prilaku Rasulullah SAW begitu tinggi dan mulia, secara tidak langsung -baik sadar maupun tidak- akan mengangkat martabat, kehormatan, serta kemuliaan bagi siapa pun yang menirunya. Difirmankan, Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (QS Al-Qalam [68]: 4).

Ketiga, akan disukai dan disayangi orang lain. Rasul adalah pribadi yang sangat menyenangkan dan penuh manfaat bagi orang banyak. Dengan mencontohnya, kita pun akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat. Konsekuensinya, pribadi seperti ini akan melahirkan simpati, rasa hormat, dan kasih sayang dari orang lain.

Keempat, hidup akan penuh prestasi. Rasul adalah tipe orang yang selalu menjaga mutu dari setiap prilaku. Beliau selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, dengan konsep yang jelas, perencanaan yang matang, sikap profesional, dan dengan etos kerja yang prima. Hasilnya pun terbukti dan teruji kualitasnya hingga sekarang. Bisa dibayangkan jika kita hidup dengan meniru cara beliau hidup. Kemampuan berkarya dan berprestasi akan makin melejit, potensi berkembang maksimal, aneka masalah akan terkemas menjadi sesuatu yang bernilai tambah bagi kemajuan hidup.

Kelima, akan dicintai Allah. Allah Azza wa Jalla telah berjanji untuk mencintai siapapun yang mencintai kekasih-Nya. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dicintai Allah. Bila kita mencintai beliau, maka otomatis cinta Allah pun akan mengaliri kehidupan kita. Allahu Akbar!

Keenam, insya Allah kita akan masuk syurga. Seseorang akan mengikuti prilaku orang yang dicintai dan diidolakannya. Suatu ketika ada seorang sahabat bertanya, "Seseorang mencintai kaumnya. Apakah kelak ia akan bersama-sama mereka?" Rasul menjawab, "Ia akan bersama orang yang dicintainya".

Intinya, jika kita mengenal, lalu mengamalkan secara sungguh-sungguh apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, maka akan timbul perasaan cinta dan rindu ingin berjumpa dengannya. Inilah pertanda cinta yang akan menjadikan kita ahli syurga. Aamiin.
 
Mari Mengingat guru kita
Written by ikhwan   
Monday, 06 April 2009
mari kita kenang bersama
akan jasanya seorang guru
jasa guruku tak terhingga
aku takkan melupakannya
banyak ilmu yang kudapatkan
banyak ilmu yang kudapatkan
jasanya kuingat sepanjang masa
...

(Jasa Guru - Hawari)

Masih ingatkah kita dengan orang-orang yang dulu mengajarkan kita menulis dan membaca huruf hijaiyah, mulai dari alif hingga ya? Sehingga kini, kita sudah bida menulis arab dan mampu membaca Al-Quran dengan baik, bahkan di antara kita ada yang menjadi qori yang mampu mengalunkan ayat-ayat suci dengan merdu.

Masih ingatkah kita dengan orang-orang yang dulu mengajarkan kita menulis dan membaca, mulai dari a hingga z? Sehingga kini, kita sudah mampu menulis surat ataupun sebuah artikel dan membaca berbagai tulisan, bahkan di antara kita ada yang menjadi kolumnis, pengarang, ataupun penyair yang mampu merangkai kata-kata penuh makna.

Masih ingatkah kita dengan orang-orang yang dulu mengajarkan kita berihitung, mulai dari nol hingga bilangan yang tak terdefinisikan? Sehingga kini, kita sudah mampu mengitung dan membuat anggaran tentang berapa pengeluaran dan pendapatan kita dalam seminggu atau sebulan, bahkan di antara kita ada yang mampu untuk menghitung berapa pendapatan dan pengeluaran negara dalam waktu satu tahun.

Masih ingatkah kita dengan nama-nama beliau?

Orang-orang tersebut adalah para guru kita. Para bapak dan ibu guru yang telah mengajarkan berbagai ilmu yang dimiliki kepada kita semua yang perna menjadi mengenyam pendidikan di
sekolah.

Bu Neti, Pak Shomad, Pak Marhum, Bu Abadiah.......adalah sebagian dari guru-guru saya di sekolah dasar. Beliau-beliau lah yang telah menurunkan ilmu yang bermanfaat kepada saya.

Masih terbayang dalam ingatan saya, ketika Bu Neti meminta saya maju ke depan dan menulis huruf 'g' dalam ukuran yang besar. Huruf 'g' yang salah tulis di papan tulis seperti raksasa bila dibandingkan dengan tulisan teman-teman saya waktu itu.

Masih terbayang dalam ingatan saya, bagaimana pak Shomad yang berbadan tegap meluruskan barisan para murid ketika akan melaksanakan upacara bendera setiap hari senin.

Masih terbayang dalam ingatan saya, ketika pak Marhum memerintahkan saya untuk membaca Al-Quran dengan suara keras tapi saya tidak melaksanakannya karena malu.

Masih terbayang dalam ingatan saya, tentang gigihnya bu Abadiah memberikan les setiap hari minggu kepada murid-murid kelas enam karena akan menghadapi EBTANAS.

Sebatas kenangan, mungkin itu yang tertinggal dalam diri saya. Saya tidak bisa membalas jasa-jasa beliau yang tak ternilai.

Mengamalkan apa yang telah beliau-beliau ajarkan, akan mengalirkan pahala yang tak henti untuk para guru tersebut. Setiap huruf Al-Quran yang kita baca, ada aliran pahala bagi beliau. Setiap rangkaian kata yang kita tulis yang memberikan manfaat bagi tulis, ada aliran pahala bagi beliau. Setiap bantuan yang kita berikan kepada sesama sebagaimana yang dulu diajarkan, kepada mereka aliran pahala tertuju.

Para guru telah mendapatkan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir dan tidak terputus, walaupun beliau-beliau telah meninggal dunia, yaitu ilmu yang memberikan manfaat.
Di samping itu, hasil didikan beliau-beliau tentang bagaimana bersikap dan berbuat baik kepada para murid akan berbuah pahala selama para murid terus mengamalkannya.

"Siapa yang mensunnahkan sunnah hasanah maka dia mendapat ganjarannya dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat. Siapa yang mensunnahkan sunnah sayyi'ah
(kejelekan), maka dia mendapatkan ganjaran dan ganjaran orang yang mengamalkannya hingga hari qiyamat."

....
jangan sampai kita merasa
semua itu kan sia-sia
mari kita doakan
agar dosa guru diampunkan
jasanya diberikan pahala
akhirat sana Allah bahgiakan
(Jasa Guru - Hawari)
Last Updated ( Sunday, 12 April 2009 )
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 4 of 6
 
 
Polls
Bagaimana Pendapat anda dengan web ini?
 
Who's Online